Lelah Tak Sekadar Capek: Mengenali stres, Kecemasan dan Burnout.

 

 Pengertian stres dan kecemasan

a.     Definisi stres

Stres terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan antara tuntutan yang dihadapi individu dengan sumber daya yang dimiliknya. Semakin besar kesenjangan tersebut, maka tingkat stres yang dirasakan akan semakin tinggi dan dapat menjadi ancaman bagi individu. Ini memiliki arti bahwa stres pada tingkat tertentu dapat menjadi dorongan positif yang membantu individu untuk berkembang. Namun, apabila tingkat stres terlalu tinggi dan tidak mampu diatasi, maka stres dapat memberikan dampak yang merugikan. Individu dengan stres berat cenderung lebih rentan terhadap gangguan kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis(Nuzulia, 2021).

The American Institute of Stress (dalam Nuzulia, 2021). hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa stres di tempat kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu beban kerja 40%, masalah hubungan antar karyawan 28%, faktor kehidupan pribadi sebesar 20%, serta jaminan kerja sebesar 6%. 

b.     Stres menurut para ahli

Pemahaman mengenai stres dapat berbeda-beda tergantung pada konteksnya. Berbagai bidang ilmu memberikan definisi yang beragam sehingga memperkaya makna dari istilah tersebut.

-       Palmer (1989) : Stres merupakan respon psikologis, fisiologis, dan perilaku yang muncul pada individu ketika terjadi ketidakseimbangan antara tuntutan yang dihadapi dengan kemampuan untuk memenuhinya. Apabila kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu tertentu, maka dapat berdampak buruk terhadap kesehatan individu.

-       Shalev, Yehuda, dan McFarlane, (2000) : Stres merupakan respon psikologis yang wajar terhadap berbagai peristiwa yang dapat menimbulkan perasaan terancam, kesedihan, disforia, maupun ketidakseimbangan dalam diri individu.

-       Silverman, Heim, Nater, Marques, dan Sternberg (2010): Stres merupakan reaksi tubuh yang menuntut adanya respons, pengaturan, dan/atau adaptasi secara fisik, psikologis, serta emosional, yang dapat memicu munculnya perasaan frustasi, kemarahan, kegugupan, dan kecemasan.

Sumber: (Badrianto et al., 2021)

Pada dasarnya Stres dapat dipahami sebagai respons alami individu, baik secara psikologis, fisiologis, maupun perilaku, yang muncul akibat adanya ketidakseimbangan antara tuntutan yang dihadapi dengan kemampuan atau sumber daya untuk memenuhinya.

c.     Definisi Kecemasan

Kecemasan (anxiety) merupakan bagian dari kehidupan, yang berarti bahwa kecemasan dialami oleh setiap individu. Barlow (dalam Hayat, 2014) menjelaskan bahwa kecemasan berkaitan dengan konsep diri atau kepribadian. Ciri atau sifat ini merajuk pada kecenderungan individu untuk bertindan dengan cara tertentu secara konsisten baik dari waktu ke waktu maupun dalam berbagai situasi.

Pada dasarnya, kecemasan dapat dijelaskan melalui berbagai bentuk, seperti pikiran (misalnya “saya takut”), sensasi fisik atau perasaan seperti gugup,  berkeringat, serta perilaku seperti  menghindari situasi atau melarikan diri. Setiap individu dapat menunjukkan respons kecemasan yang berbeda-beda, baik dari segi pikiran, perasaan, maupun perilakunya.

Sigmund Freud (dalam Hayat, 2014) mengemukakan, bahwa kecemasan merupakan situasi tegang yang memicu seseorang untuk berbuat sesuatu. Terdapat tiga jenis kecemasan, yaitu;

a.     Kecemasan realitas (reality anxiety) merupakan rasa takut terhadap ancaman yang berasal dari luar, dengan tingkat kecemasan yang berasal dari luar, dengan tingkat kecemasan yang sebanding dengan besarnya bahaya yang nyata.

b.     Kecemasan neurotik (neurotic anxiety) merupakan rasa takut bahwa dorongan insting tidak dapat dikendalikan sehingga mendorong individu melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan hukuman.

c.     Kecemasan moral (moral anxiety) merupakan rasa takut yang muncul dari suara hati. Individu dengan hati nurani yang berkembang baik cenderung merasa bersalah apabila melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai moral yang diyakini atau dengan internalisasi nilai dari orang tua.

Mengapa Stres dan Kecemasan Muncul di Tempat Kerja?

Tekanan dan tantangan dalam pekerjaan merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Hal ini disebabkan oleh tuntutan di lingkungan kerja serta dari para pemangku kepentingan yang terus berkembang seiring dengan perubahan zaman, sehingga individu maupun organisasi dituntut untuk semakin kompetitif. Tekanan kerja dapat diatasi jika didukung sumber daya yang memadai. Namun, jika berlebihan, tekanan tersebut dapat menimbulkan stres yang berdampak buruk pada kesehatan pekerja dan kinerja organisasi.

Contoh Nyata Stres dan Kecemasan Kerja Dalam Kehidupan Karyawan

Untuk lebih memahami, berikut beberapa contoh bagaimana stres dan kecemasan kerja dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari:

a.     Stres Kerja

-       Beban kerja berlebihan, ditandai dengan banyaknya tugas dan tenggat waktu yang sempit.

-       Tempat kerja yang tidak realistis, Sehingga sulit untuk dicapai dalam waktu yang tersedia

-       Jam kerja yang panjang, seperti lembur yang berlebihan tanpa istirahat yang cukup

-       Kurangnya dukungan dari atasan, baik dalam bentuk arahan maupun bantuan saat menghadapi kesulitan

-       Lingkungan kerja yang kurang kondusif, misalnya adanya konflik antar rekan kerja atau suasana kerja yang tidak nyaman.

b.     Kecemasan Kerja

-       Kekhawatiran melakukan kesalahan, yang dapat berujung pada teguran atau penilaian negatif

-       Kecemasan menghadapi evaluasi kinerja, terutama menjelang penilaian diri dari atasan

-       Ketakutan kehilangan pekerjaan, khususnya dalam situasi organisasi yang tidak stabil

-       Kecemasan saat presentasi atau rapat, terutama ketika harus berbicara di depan atasan

-      Kecenderungan overthinking terhadap pekerjaan, yaitu terus memikirkan pekerjaan bahkan diluar jam kerja.





Comments

Popular posts from this blog

Dari Stres Menjadi Burnout: Kenali Tanda-Tandanya Lebih Awal

Stres dan Kecemasan sebagai Faktor Risiko Penyalahgunaan Narkotika.